Goyang Maumere di Amerika. (Foto: Screenshoot YouTube)
Goyang Maumere di Amerika. (Foto: Screenshoot YouTube)

Media sosial dihebohkan dengan sebuah aksi Goyang Maumere asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Amerika Serikat. Video tersebut awalnya diunggah melalui akun YouTube Jack Loloin pada Senin (1/6/2020).  

Di judul video itu, dituliskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Amerika.  Dalam video berdurasi 30 detik itu, tampak warga yang berkumpul di sudut jalan sembari ber-Goyang Maumere.  

Sebagian dari mereka membawa kertas yang dipenuhi dengan berbagai tulisan.  Salah satunya tampak yang membawa tulisan "I am not a threat" (Saya bukan ancaman).

Mereka pun tampak kompak dan lihai menarikan Goyang Maumere.  Tak lupa di tengah masa pandemi covid-19, mereka tetap menaati protokol kesehatan dengan menggunakan masker.  Kendati demikian, beberapa dari mereka  tidak menggunakan masker.  

Tampak dari video, sebagian besar yang hadir dalam aksi tersebut berkulit hitam.  Diketahui tujuan mereka berada di tempat itu yakni melakukan protes anti-rasisme di Amerika.

Dilihat dari judul video, dituliskan  bahwa Goyang Maumere justru membawa kedamaian di Amerika.  Terlebih protes anti-rasisme ini dilakukan setelah kematian George Floyd yang merupakan warga berkulit hitam berdarah Afrika-Amerika.  Bahkan, gerakan ini pun dinilai sebagai gerakan anti-rasis.  

Goyang Maumere merupakan tarian dan lagu yang populer dari Maumere, NTT.  Lagu tersebut berjudul Gemu Famire yang diciptakan oleh Grans Cornelis Dian Bunda.  

Tak disangka, lagu Gemu Famire ini bisa menjadi terkenal di seluruh Nusamtara, bahkan dunia.  

Lagu tersebut awalnya diciptakan untuk oleh-oleh atau sambutan bagi tamu yang datang ke Maumere.  Sedangkan, syair dari lagu tersebut diambil dari cara mengajar guru-guru semasa Grans kecil.  

Selain itu, lagu ini memiliki makna untuk kegembiraan masyarakat asli Maumere maupun warga atau masyarakat pendatang.