Stadion Gajayana (Wikipedia)
Stadion Gajayana (Wikipedia)

 Stadion Gajayana menjadi salah satu lapangan bola sekaligus pusat olahraga di Kota Malang yang sangat membanggakan.

Selain pernah menjadi tempat pertandingan dengan skala besar, Stadion Gajayana juga menjadi salah satu stadion legendaris di Indonesia karena usianya yang sangat tua.

Stadion tersebut dibangun pada 1924 atau sebelum Indonesia merdeka. Namun sayangnya, kondisi salah satu stadion tertua di Indonesia itu tak jarang menuai kritik.

Di antaranya, lantaran kondisi lapangan hingga sarana dan prasarana yang dinilai cukup memprihatinkan.

Bahkan, beberapa kali ditemui adanya coretan-coretan nakal di sekitaran tembok stadion yang membuat Stadion Gajayana tampak kumuh.

Menanggapi itu, Kabid Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Eko Sya menyampaikan, perbaikan Stadion Gajayana selalu dilakukan secara berkala.

Salah satunya memanfaatkan anggaran pemeliharaan rutin. Misalnya seperti membenahi tembok yang roboh, pintu yang rusak, hingga melakukan pengecatan ulang pada sisi tembok yang perlu dilakukan perbaikan.

"Memang ada pemeliharaan rutin, dan anggarannya disesuaikan dengan kebutuhan," katanya.

Sementara untuk pemeliharaan secara menyeluruh, menurutnya masih harus menunggu kajian terlebih dulu. Pasalnya, anggaran yang dibutuhkan untuk pembenahan secara besar-besaran itu bisa menyentuh angka Rp 50 miliar.

"Sejauh ini belum ada rencana, karena kebutuhan anggarannya pasti sangat besar. Tapi kami berencana membuat laporan ke pimpinan," imbuhnya.

Eko menjelaskan, pemeliharaan terhadap Stadion Gajayana memang dinilai sangat penting. Namun memang harus dilakukan kajian terlebih dulu untuk mengetahui detail yang perlu untuk dibenahi.

"Ini stadion legendaris dan memang harus dilestarikan. Ada beberapa titik untuk pemeliharaan seperti tribun hingga arena atau track lari disekitar stadion yang memang perlu diperbaiki," tutupnya.