Fatkhurohman, kasatkorcab Banser Kabupaten Trenggalek. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Fatkhurohman, kasatkorcab Banser Kabupaten Trenggalek. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES



Meski kinerja polisi mendapat apresiasi dari Barisan Ansor Serba Guna (Banser) karena dianggap cepat mengungkap dan menangkap pelaku penyerangan,  Banser mengaku kacewa. Kekecewaan itu disampaikan komandan Banser Satkorcab Trenggalek dan ketua PC Ansor Kabupaten Trenggalek saat mengikuti press release  di Mapolres Tulungagung, Kamis (17/10) pagi.

"Yang terjadi hanya ditangkap satu orang yang melempar dan akan dicari yang memukul. Ini tidak akan menghentikan premanisasi dan ini akan muncul di kemudian hari," ungkap Fatkhurohman, komandan Satkorcab Banser Kabupaten Trenggalek.

Menurut pria yang disapa Fatkhur itu, Banser tetap akan mendesak agar polisi terus mengejar pelaku lain. Sebab, dalam perhitungan yang didasarkan pada hasil investigasi tim LBH Ansor, setidaknya ada 15 nama pelaku yang kini masih berkeliaran.

"Kami punya nama-namanya. Ada sekitar 15 nama dan salah satunya yang ditangkap ini  dengan usia rata-rata pemuda. Ini juga harus diproses, bukan hanya menangkap satu orang seperti yang terjadi sekarang," ujar Fatkhur.

Informasi yang diterima Fatkhur, beberapa orang yang diduga pelaku telah melarikan diri dan bahkan ada yang sudah berada di luar Jawa. "Mau lari ke luar Jawa lah, itu tetap harus diproses dan di cari," tegasnya.

"Kami Ansor dan Banser akan tetap minta ke Polres Tulungagung dan mungkin minta dibantu Polres Trenggalek agar semua pelaku bisa ditangkap. Kami akan panggil atau kami datangi terduga pelaku. Kami akan gunakan cara kami. Yang penting tidak menodai organisasi jika polisi tidak bertindak (lagi)," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam rilis di Mapolres Tulungagung, Kapolres  AKBP Eva Guna Pandia mengungkapkan telah menangkap dan menetapkan satu tersangka dalam kasus penyerangan terhadap Banser di Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, Minggu (13/10) lalu.

Proses penangkapan dan penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan upaya penyelidikan dan meminta keterangan pada beberapa saksi di lapangan.

"Alhamdulillah pelaku pelemparan terhadap Banser berhasil kami tangkap," ujar kapolres saat press release, Kamis (17/10/19) pagi.

Pelaku berinisial DD berumur 28 merupakan warga Dusun Dempok, RT 19/4 Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Trenggalek. Tersangka diamankan pada Selasa (15/10/19) dinihari oleh Satreskrim Polres Tulungagung. DD dijerat dengan Pasal 351 Ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana 2 tahun 8 bulan.

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load