UAS saat menyampaikam suatu ceramah. (Ist)

UAS saat menyampaikam suatu ceramah. (Ist)



Nama Ustad Abdul Somad (UAS) sempat ramai dibicarakan  setelah warganet dibuat heboh dengan "mati syahidnya" akun Instagram yang dimilikinya selama ini. Tapi, kini UAS yang telah kembali memiliki akun baru di IG dimungkinkan akan lebih heboh lagi. Pasalnya, video ceramah UAS terkait salib dianggap telah  menyinggung umat Katolik dan Nasrani.

Apalagi UAS mengatakan salib didiami jin kafir karena patung yang tergantung di situ. Begitu juga simbol palang merah di ambulans, ia menyebutnya sebagai 'lambang kafir'.

Warganet dibuat heboh dan berbagai kalangan mengomentari video ceramah yang menurut UAS sendiri merupakan ceramah lama yang ia sampaikan dalam kajian internal atau kajian tertutup di salah satu masjid di Pekanbaru, Riau. UAS menyebut ceramah itu bukan disampaikan di tablig akbar, baik di lapangan maupun yang disiarkan televisi.

"Jadi, tujuannya adalah memahami bagaimana ajaran tauhid dan syariat Islam memandang Nabi Isa AS, hukum memiliki patung, dan makhluk bernama jin. Jadi, tujuannya hanya memberikan pemahaman keilmuan," klarifikasi UAS beberapa waktu lalu terkait hebohnya video dirinya itu.

Tapi, dari beberapa informasi, ceramah UAS membuat organisasi massa yang mengatasnamakan Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan hal itu kepada kepolisian.

Sontak saja hal itu membuat kembali heboh warganet. Apakah benar UAS akan berurusan dengan pihak kepolisian atas ceramahnya terkait salib tersebut?

Dari lansiran vivanews, Minggu (18/08/2019) Brigade Meo memang mendatangi Polda NTT terkait ceramah UAS. Namun kedatangan tersebut bukan membuat laporan, namun hanya sekadar berkonsultasi.

"Memang benar kemarin sore (Sabtu, 17 Agustus 2019) ada beberapa orang yg mengaku dari Brigade Meo datang ke Polda NTT. Namun sebatas berkonsultasi dengan penyidik reskrimsus terkait video yang ditunjukan ke penyidik. Dan oleh penyidik disarankan untuk kembali pada Senin (19/08/2019) besok," ucap Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Abast juga menegaskan, informasi yang beredar ramai di medsos terkait UAS telah dilaporkan oleh Brigade Meo sampai saat ini belum masuk.
"Jadi, saya tegaskan belum ada laporan polisi yang dikeluarkan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan UAS sampai saat ini," ucapnya.
 

 


End of content

No more pages to load