Pelaku tadi malam saat diamankan di Polres Situbondo. (Foto Heru Hartanto/Situbondo TIMES)

Pelaku tadi malam saat diamankan di Polres Situbondo. (Foto Heru Hartanto/Situbondo TIMES)



Tim Resmob Polres Situbondo berhasil membekuk pasangan suami istri  (pasutri) pelaku human trafficking yang bersembunyi di Kabupaten Blitar, Minggu (4/8/2019). Pasutri itu sebelumnya masuk DPO (daftar pencarian orang).

Kedua pelaku yang berhasil amankan adalah sepasang suami istri berinisial SM  dan SB. "Keduanya ditangkap di Blitar, setelah melarikan diri saat pengungkapan kasus human trafficking 12 gadis asal Bandung  di eks prostitusi Gunung Sampan," jelas AKP Masykur SH, kasat reskrim Polres Situbondo.

Kedua pelaku diamankan alias disembunyikan pada Sabtu sore di rumah YS, keponakan pelaku SB, di Dusun Tegalrejo RT.002 RW.005, Kelurahan Semen, Kecamatan  Gandu Sari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur! Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIB oleh Tim Resmob Tengah yang dipimpin Aiptu I Wayan Parka, SH.

"Pelaku yang notabene suami istri ini langsung dibawa ke Polres Situbondo dan diserahkan ke penyidik yang menangani untuk dimintai keterangan. Kami nantinya akan terus kembangkan kasus ini," kata kasat reskrim.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Situbondo berhasil mengungkap kasus human trafficking 12 gadis asal Bandung yang lima di antaranya masih di bawah umur. Mereka dipekerjakan sebagai PSK di eks prostitusi Gunung Sampan.

Para gadis muda belia tersebut disuruh melayani lelaki hidung belang dengan waktu kerja dari pukul 4 sore hingga pukul 04.00 WIB. Siangnya gadis belia itu, tidak boleh keluar dari kamar yang sudah disediakan sang pelaku.

Kedua belas gadis belia tersebut ditemukan oleh Polres Situbondo di  rumah milik pelaku SM dan SB, warga RT 030 RW 011 Desa Kotakan, lingkungan eks prostitusi Gunung Sampan.


End of content

No more pages to load