Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Jatim, Drh Juliani Poliswari MM. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Jatim, Drh Juliani Poliswari MM. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Jawa Timur, Drh Juliani Poliswari MM memastikan ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur aman. 

Baik sapi maupun kambing di Provinsi Jawa Timur cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Hari Idul Adha 1440 Hijriah.

"Ketersediaan intinya aman. Populasi hewan kita kan banyak di sini. Nggak usah (mendatangkan) dari luar," ujarnya saat ditemui di gedung Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya Kampus Dieng, Kalisongo, Rabu (31/7/2019).

Di sisi lain, sejalan dengan peraturan menteri pertanian no.114 tahun 2014, daging dari pemotongan hewan kurban perlu dijamin keamanan, kesehatan, keutuhan, dan kehalalan.

Keberhasilan pengawasan dan pemantauan hewan kurban pun dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan peran seluruh petugas pengawas, serta partisipasi masyarakat.

Untuk itu, Dinas Peternakan Jawa Timur juga juga melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi, yakni Fakultas Kedokteran Hewan UB untuk melakukan pemeriksaan daging hewan kurban di Jawa Timur ini.

Dikatakan Juliani, pemeriksaan hewan kurban ini penting agar konsumen mendapatkan produk yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Pemeriksaan yang dilakukan yakni ante mortem (sebelum disembelih) dan post mortem (setelah disembelih).

"Hewan kurban harus memenuhi syaratnya, tidak sakit, tidak cacat, kalau bisa harus jantan, dan juga yang utama sekarang tidak boleh memotong betina produktif, boleh dipotong kalau majir," bebernya.

Kesehatan hewan berkaitan dengan memilih hewan kurban yang sesuai syariat Islam, yakni tidak cacat, sehat, dan sesuai umurnya.

Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah penularan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis).

Begitu pula pada bagian jeroan, hati, paru-paru, limfa. Apabila ditemukan kelainan pada organ tersebut, maka tidak boleh dikonsumsi dan diapkir. 

Sementara itu, dikatakan Juliani kesadaran peternak menjaga kesehatan ternaknya di Jawa Timur sudah baik.

"Kami kira sudah baik karena di tiap-tiap kabupaten itu ada petugas kecamatan yang ada di sana. Seumpama ada yang sakit bisa segera melaporkan kepada petugas yang ada di kecamatan itu," pungkas nya.

 


End of content

No more pages to load