Calon Jamaah Haji Situbondo saat melakukan manasik di Gelora Muhammad Abdurrahman Salah Situbondo (Foto: Hartanto/ Situbondo TIMES)

Calon Jamaah Haji Situbondo saat melakukan manasik di Gelora Muhammad Abdurrahman Salah Situbondo (Foto: Hartanto/ Situbondo TIMES)



Kantor Departemen Agama Kabupaten Situbondo menggelar pelaksanaan manasik haji akhir, bagi calon jemaah haji. Manasik yang berlangsung di Gelora Muhammad Abdurraman Saleh Situbondo tersebut, diikuti 656 calon jamaah haji Situbondo, Rabu (10/07/2019).

“Tujuan dilaksanakannya manasik haji bagi calon jemaah haji ini, adalah agar calon jamaah haji Situbondo tetap bisa melaksanakan ibadah ketika berada di tanah suci secara mandiri walaupun tertinggal oleh regunya,” ujar Kepala Kantor Departemen Agama Situbondo Misbakhul Munir saat berada di lokasi manasik haji.

Paling sedikit, lanjut Munir, bimbingan teknis haji ini dilakukan sebanyak 8 kali. “Manasik ini perlu dilakukan karena, saat mereka ada di tanah suci Mekkah harus melakukan hal yang sama seperti yang diajarkan dalam bimbingan teknis haji,” jelasnya.

Tak hanya itu saja yang disampaikan Misbakhul Munir di hadapan sejumlah wartawan, namun dia juga menjelaskan bahwa, jumlah calon jamaah haji Situbondo yang tergabung dalam kloter 42 dan 43 sebanyak 656. Dari 656 calon jamaah haji yang berisiko tinggi ada 300 CJH.

“Dari 300 CJH yang berisiko tinggi itu, bukan karena faktor sakit. Melainkan, faktor usia lanjut. Bagi mereka, CJH yang berisiko tinggi akan mendapat pembekalan khusus dari tim medisnya. Misalnya, komsumsi obat yang biasa diminum harus di bawa dan diawasi oleh tim kesehatan,” jelas Munir.

Saat ini, setiap CJH Situbondo, sambung Munir, sudah dibekali buku kesehatan masing-masing yang dikalungkan kepada CJH Situbondo. “Dalam buku yang dikalungkan tersebut, tercatat riwayat sakit masing-masing CJH, sehingga ketika buku tersebut dibaca oleh tim medis atau dokter maka akan diketahui tentang riwayat penyakit masing-masing CJH itu. Sedangkan keberangkatan CJH Situbondo dilakukan pada tanggal 19 Juli 2019 malam hari,” pungkasnya.

Sekedar informasi, ada 8 orang CJH Situbondo yang gagal menunaikan ibadah haji, karena faktor suaminya sakit, sehingga mereka berdua mengundurkan diri dan ada 1 CJH yang meninggal dunia. 


End of content

No more pages to load