Tim SAR Gabungan bersama BPBD Kota Batu melakukan proses evakuasi korban tenggelam di Air Terjun Coban Talun.  (Foto: BPBD Kota Batu for MalangTIMES)

Tim SAR Gabungan bersama BPBD Kota Batu melakukan proses evakuasi korban tenggelam di Air Terjun Coban Talun. (Foto: BPBD Kota Batu for MalangTIMES)



Pencarian tiga korban tenggelam di wana wisata air terjun Coban Talun, Bumiaji, Kota Batu dinyatakan selesai. Meski sempat dihentikan, korban ketiga atas nama Muhammad Hanan berhasil dievakuasi nyaris tengah malam.

Operasi pencarian tim SAR memang sempat dihentikan karena malam. Namun, Selasa (11/12/2018) pukul 23.56 WIB korban Hanan muncul di permukaan air.

Seperti dua korban sebelumnya, warga Jalan Kebonsari V, Kota Malang, itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. "Pukul 23.56 WIB BPBD Kota Batu bersama tiim SAR gabungan telah menemukan korban terakhir atas nama Muhammad Hanan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Sasmito.

Dia mengungkapkan, proses evakuasi langsung dilakukan ketika tim yang bersiaga melihat korban muncul di permukaan air. "Setelah proses evakuasi, korban dibawa menuju ke RS Hasta Brata Kota Batu," tambahnya.

Total ada tiga jenazah yang disemayamkan di rumah sakit tersebut sebelum dikembalikan ke pihak keluarga. Sebelumnya, tim SAR gabungan telah mengevakuasi jenazah Tazkya Rahmatullah Al Kamilah dan Nasywa Azalia Hanania.

Ketiga bocah tersebut merupakan siswa dari Sekolah Dasar (SD) Insan Mulian, Kota Malang. Mereka bersama puluhan pelajar dan guru sekolah tersebut tengah melakukan kegiatan outbond di area wana wisata Coban Talun sejak Selasa pagi. Pihak pengelola wisata menerima laporan bahwa tiga siswa kelas 3 SD itu hilang dan diduga tenggelam sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelum korban ketiga ditemukan, tim sempat menghentikan proses pencarian. Sebab hingga sekitar pukul 20.30 WIB, belum ada tanda-tanda keberadaan korban. "Sempat dihentikan sementara memang. Tetapi tetap ada personel yang bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi korban muncul ke permukaan air," urai Sasmito.

Kondisi alam yang tidak mendukung sempat menjadi kendala. Terlebih, arus air terjun di Desa Tulungrejo itu cukup deras dan kawasan sekitar juga dilingkupi kabut tebal. "Tentunya kami bersyukur semua korban ditemukan. Imbauan kami agar wisatawan lebih bijak dan berhati-hati, terutama di kondisi cuaca musim penghujan seperti ini," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, dua di antara tiga korban berhasil dievakuasi sekitar lima jam setelah kejadian. Tazkya ditemukan pertama sekitar pukul 18.45 WIB dan Nasywa dievakuasi sekitar pukul 19.45 WIB. Tim gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi dan penyelamatan itu di antaranya dari BPBD Kota Batu, Basarnas, TNI, Polri, serta warga sekitar dan pengurus wana wisata air terjun Coban Talun. (*)


End of content

No more pages to load