Ardi Kurniawan atlet paralayang Kota Batu. (Foto: istimewa)

Ardi Kurniawan atlet paralayang Kota Batu. (Foto: istimewa)



Ardi Kurniawan, atlet paralayang Kota Batu yang menjadi korban gempa Palu, Sulawesi Tengah, telah ditemukan Selasa (2/9/2018) pagi. Ardi ditemukan sudah tidak bernyawa di bawah teruntuhan Hotel Roa-Roa, tempat kontingen paralayang Jatim menginap.

Jenazah Ardi berhasil diidentifikasi melalui celana pendek Pekan Olahraga Nasional 2016 berwarna hijau dengan tulisan KONI Jatim. Karena gempa Palu terjadi Jumat 28 September, berarti sudah empat hari tubuh Ardi tertimbun reruntuhan.

Pria berusia 29 tahun itu ke Palu dalam rangka mengikuti kejuaraan nasional paralayang untuk memperingati hari jadi Kota Palu. “Iya, Ardi ditemukan sudah meninggal tadi pagi,” ungkap Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu Mahfud. 

Ardi bersama atlet Jawa Timur lainnya menginap di Hotel Roa-Roa, Palu. Hotel lantai delapan ini ambruk setelah dilanda gempa.  

Asminah, ibu Ardi, mengatakan, anaknya itu sempat menghubungi istrinya, Fitria, dan keluarganya saat gempa. Saat itu kurang lebih pukul 15.30 WIB. “Ardi telepon kalau di sana sedang gempa. Waktu itu dia bilang lari dan keluar dari hotel,” ungkap Asminah.

Beberapa hari kemudian, rekannya, Viki Mahardika, warga Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, dan Gigih Iman, warga Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, teman seperjuangan Ardi, selamat dan sudah berada di Kota Batu sejak Minggu (30/9/2018). 

Gigih menceritakan saat gempa pertama terjadi, dia bersama Viki, Ardi, Fahmi, dan Reza turun ke lobi karena kamar mereka berada di lantai 7. “Setelah menunggu setengah jam, naik lagi. Baru gempa ketiga itu yang besar," ujar dia.

Saat itu belum ada peringatan dari pihak hotel. Sedangkan jarak gempa pertama dan ketiga berkisar selama setengah jam. “Waktu keluar hotel, sama-sama Mas Ardi. Lalu keluar dari pintu darurat, kelempar-lempar karena gempanya itu kencang dan sudah nggak sadar,” imbuhnya. (*)


End of content

No more pages to load