Korban meninggal saat dibawa ambulans di halaman Lapas Lumajang. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)

Korban meninggal saat dibawa ambulans di halaman Lapas Lumajang. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)



Lapas Lumajang pagi ini, Jumat (31/8/2018) dihebohkan oleh kematian sepasang suami istri di ruang besuk tahanan. Si suami, Rasyid, merupakan tahanan titipan dari Polsek Lumajang untuk kasus pelanggaran Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.

Istri tersangka datang menjenguk, pagi tadi. Dia bersama ibu kandung korban, warga Senduro.

Saat diperiksa setelah tewas, di samping korban ditemukan sebuah botol dan gelas. Benda itu masih diperiksa apakah ada indikasi kandungan racun di dalamnya.

"Kami mendengar informasi dari kalapas sekitar pukul 10 tadi bahwa ada warga binaan yang meninggal. Kami langsung meluncur ke lokasi lapas untuk menyelidiki kasus ini," ungkap AKP Hasran, kasat reskrim Polres Lumajang, saat ditemui di halaman lapas.

Tersangka sendiri merupakan kambuhan dalam kasus pemipuan dan penggelapan. Kasus terakhir ditangani Polsek Lumajang dan sempat dibantarkan karena sakit.

"Begitu sembuh, langsung kami tahan kembali. Dan saat ini sedang dalam proses pra-penuntutan. Artinya berkasnya masih diperiksa sebelum dinyatakan P21. Statusnya masih tahanan penyidik," tambah AKP Hasran.

Masih menurut AKP Hasran, berdasarkan keterangan dari saksi sementara di tempat kejadian, kedua suami istri itu tewas dalam kondisi saling berpelukan di ruang besuk. Petugas lapas sebenarnya sempat menghubungi petugas poliklinik lapas. Namun nyawa keduanya tidak tertolong.

Dari keterangan ibu korban, Rasyid sebelum ditahan juga pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum racun serangga. Hingga berita ini diturunkan, Kalapas Ahmad Tohari masih belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini. (*)


End of content

No more pages to load