Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH SIK saat memberikan keterangan pers

Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH SIK saat memberikan keterangan pers



 Korban hilang akibat terbaliknya Kapal Joko Berek milik nelayan Puger yang dihantam ombak pada Kamis (19/7/2018) atas nama Kowi berhasil ditemukan tim Basarnas Kamis sore. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.


Dengan ditemukannya Kowi, korban yang dinyatakan hilang tinggal 4 orang. Masing-rmasingbatas nama Budi, Pong, Naji dan Syafii. Sampai berita ini ditulis, mereka masih belum ditemukan.
"Satu korban hilang sore tadi ditemukan dalam kondisi meninggal atas nama Kowi, sehingga total korban meninggal ada 6, korban selamat ada 12 dan belum ditemukan 4," ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo kepada sejumlah wartawan.


Kapolres juga mengatakan, ada 22 penumpang di dalam kapal yang dihantam ombak. Sebanyak 21 orang merupakan ABK dan satu lagi nakhoda. Begitu juga dengan korban selamat yang sebelumnya banyak diberitakan sejumlah media berjumlah 9 orang, kapolres menegaskan bahwa jumlah korban selamat ada 12 orang.


"Memang awalnya data yang teridentifikasi ada 9 orang. Namun saat upaya penyelamatan ada nelayan, polisi dan masyarakat, dan baru diketahui kalau jumlah korban selamat ada 12 orang setelah dilakukan pendataan," beber kapolres.


Soal H Dirman, pemilik kapal, yang oleh sebagian media diberitakan ikut menjadi korban meninggal, hal ini dibantah kapolres. Menurut kapolres, Dirman saat ini dirawat di klinik di Puger dalam kondisi kritis.


Sebelumnya diberitakan, warga dan pengunjung Pantai Pancer, Kamis (19/7/2018) dikagetkan terbaliknya sebuah kapal nelayan yang hendak menepi dihantam ombak di pintu Plawangan Pancer, Puger, Jember. Kapal milik H Dirman (50). warga Dusun Mandaran 1 Desa Puger Kulon Kecamatan Puger, dengan 21 ABK itu diterjang ombak saat hendak memasuki Plawangan. (*)


End of content

No more pages to load