Mayat Kholifah dan Mujiono ketika dibawa petugas untuk keperluan Outopsi (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Mayat Kholifah dan Mujiono ketika dibawa petugas untuk keperluan Outopsi (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)



Malang benar nasib yang menimpa Kholihaf (35), warga dusun Kebonan Desa Yosowilangun Kidul Kecamatan Yosowilangun Lumajang harus meregang nyawa ditangan Mujino (40) suaminya sendiri, yang diketahui warga mengalami gangguan jiwa.

Tak hanya Kholifah, Khoiriyah (12) anak dari pasangan ini juga harus mengalami luka parah diperut karena dibabat dengan parang oleh bapaknya  sendiri. Namun beruntung Khoiriyah berhasil selamat setelah berpura-pura meninggal didalam rumahnya sendiri.

Aksi Mujiono yang diketahaui stress berat ini diduga berlangsung pada hari minggu (24/12) malam atau setidaknya pada senin dini hari. Namun warga baru mengetahui kejadian ini, setelah sekitar subuh, Khoriyah berhasil keluar dari rumahnya dan meminta pertolongan kepada warga sekitarnya.

Khoiriyah yang terluka dibagian perut kemudian dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan, sedangkan warga yang masuk ke dalam rumah Mujiono menemukan dua jazad sudah terkapar bersimbah darah dengan sejumlah luka disekujur tubuhnya.

Akibat kelakuan Mujiono yang diliat sendiri oleh anaknya tersebut, warga setempat termasuk Kepala Desa kemudian menyimpulkan bahwa aksi pembunuhan ini dilakukan oleh Mujiono akibat stress. Sementara Mujiono sendiri mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri dengan parang yang digunakan untuk membantai anak dan istrinya.

"Memang Mujiono sudah cukup lama mengalami gangguan jiwa, dan sering mengamuk. Puncaknya ya malam ini, tidak tahu apa sebabnya kok sampai membunuh seperti ini," kata salah seorang warga ditempat kejadian.

Sementara Khoiriyah yang sekarang sudah dibawa pulang dari Puskemas, setelah mendapatkan 15 jahitan diperutnya, masih tampak sangat trauma dan berada dirumah salah seorang kerabat yang tidak jauh dari kediamannya.


End of content

No more pages to load