Geger Balita Tidur dengan Jenazah Ayahnya, Polisi yang Menggendong sampai Menangis

Warga terlihat masih berkerumun di depan rumah korban. (foto : Atta / Jatim TIMES)
Warga terlihat masih berkerumun di depan rumah korban. (foto : Atta / Jatim TIMES)

SITUBONDOTIMES, JEMBER – Penemuan balita umur 15 bulan tidur di pelukan jenazah bapaknya yang diperkirakan sudah meninggal tiga hari lalu menggemparkan warga Perumahan Kaliwingin Asri, Desa Kaliwining, Rambipuji, Jember, Rabu sore. Kejadian itu juga membuat terenyuh banyak pihak.

Bagaimana tidak. Saat ditemukan, balita tersebut menangis sambil memeluk bapaknya. Ayah dan balita itu memang tinggal berdua di rumah tersebut. Sedangkan ibunya bekerja menjadi tenaga kerja wanita di Thailand. 

“Saat ditemukan, anak tersebut menangis di pelukan jenazah bapaknya. Bahkan kulit bapaknya menempel di pipi anaknya,” ujar Umi Kulsum, tetangga korban yang juga seorang bidan.

Bahkan petugas dari Polsek Rambipuji yang mengevakuasi balita tersebut terlihat menangis saat menggendong anak korban keluar dari rumahnya. “Memprihatinkan Mas. Waktu ditemukan, Pak Polisi yang menggendong sampai menangis karena anak ini tiga hari tidak makan dan minum. Untung masih hidup,” cerita Umi Kulsum.

Menurut Umi, korban yang diketahui bernama Aan Junaidi ini belum lama tinggal di perumahan tersebut. Aan hanya tinggal berdua bersama dengan anak balitanya karena istrinya bekerja sebagai TKW.

“Kalau istrinya saya belum tahu namanya karena selain masih baru tinggal di sini. Korban juga jarang bergaul dengan tetangga. Mungkin malu karena menganggur dan istrinya jadi TKW. Kalau korban sendiri tidak pernah neko-neko. Meski tubuhnya bertato, tapi bukan preman,” beber Umi.

Terakhir tetangga melihat Aan pada Minggu (11/8/2019) pagi. Setelah itu tidak diketahui keberadaanya. “Pada malam takbiran kemarin, orang masih melihat korban ketika mengantar nasi berkatan ke rumahnya dan minggu pagi juga masih terlihat. Setelah itu, tidak terlihat lagi,” ungkap Umi.

Jenazah Aan sendiri ditemukan setalah beberapa anak-anak di perumahan tersebut bermain di depan rumah korban. “Senin sore anak saya bermain di depan rumah korban. Saat itu dia cerita kalau mencium aroma busuk seperti bau bangkai. Tapi dikira bau bangkai kucing atau tikus. Sebab, perumahan sini dekat dengan persawahan. Dan baru diketahui kalau korban meninggal pada Rabu sore, saat terdengar suara anaknya menangis,” tutur Umi.

Jenazah Aan oleh petugas dari Polsek Rambipuji langsung dilarikan ke Rumah Sakit dr Soebandi Jember. Sedangkan anak korban saat ini dirawat oleh tetangganya sambil mencoba untuk mencari dan menghubungi keberadaan keluarga dan istrinya. 

 

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]situbondotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]situbondotimes.com | marketing[at]situbondotimes.com
Top