Baru Berkenalan Melalui Facebook, Siswi Kelas 5 SD Dicabuli 6 Remaja Secara Bergiliran

Tersangka kasus persetubuhan dan pencabulan saat dimintai keterangan penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang (Foto : UPPA Satreskrim Polres Malang for MalangTIMES)
Tersangka kasus persetubuhan dan pencabulan saat dimintai keterangan penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang (Foto : UPPA Satreskrim Polres Malang for MalangTIMES)

SITUBONDOTIMES, MALANG – Kisah memilukan menimpa Jelita (nama samaran). Bocah 11 tahun itu, menjadi sarana pelampiasan nafsu bejat oleh enam remaja, yang baru saja dikenalnya, pada akhir pekan lalu.

Akibat perbuatannya, keenam pelaku yang merupakan warga Dusun Gunung Kunci Desa/Kecamatan Jabung itu, harus berurusan dengan polisi. ”Tiga dari enam tersangka yang kami amankan, masih berstatus di bawah umur,” kata Kanit UPPA (Unit Pelayanan Perempan dan Anak) Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana, Kamis (18/7/2019).

Pihaknya menambahkan, tiga tersangka yang masih dibawah umur tersebut berinisial EM (16), MA (16), dan AN (17). Sedangkan tiga tersangka lainnya diketahui bernama Rifai (18), Abdul Aziz (22), dan Siswantoko (18).

”Aksi persetubuhan dan pencabulan yang dialami korban, terjadi selama dua hari. Terhitung sejak hari Minggu (14/7/2019) hingga Senin (15/7/2019) lalu,” terang anggota polisi yang akrab disapa Yulistiana ini.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, tersangka atas nama Rifai terbukti menyetubuhi korban. Sedangkan lima pelaku lainnya, terbukti melakukan aksi pencabulan. ”Perbuatan persetubuhan dan pencabulan itu, terjadi di tiga lokasi yang berbeda. Hingga saat ini, kasusnya masih kami dalami,” tegas Yulistiana.

Diperoleh keterangan, kisah memilukan yang dialami siswi kelas 5 SD (Sekolah Dasar) itu, bermula saat dirinya mengenal tersangka Rifai melalui media sosial (medsos), pada selasa (9/7/2019) lalu. Dari yang semula hanya bertegur sapa melalui sarana chatting di Facebook. Keduanya akhirnya memutuskan untuk saling bertatap muka.

Tepatnya pada hari Minggu (14/7/2019), tersangka Rifai dan Abdul Aziz menjemput korban di lokasi yang sudah dijanjikan. Yakni di seputaran jalan perkampungan, yang ada di sekitar rumah Jelita.

Setelahnya, salah satu warga Kecamatan Singosari itu langsung dibawa oleh kedua tersangka ke warung kopi yang ada di wilayah Dusun Gunung Kunci, Desa/Kecamatan Jabung, yang tidak jauh dari tempat tinggal tersangka.

Setibanya di warung kopi tersebut, sudah ada empat tersangka lainnya yang menunggu kedatangan Jelita. Usai bertegur sapa dan mengobrol bersama ke enam tersangka, korban diajak tersangka Rifai ke rumahnya.

Di rumah itulah, Jelita dipaksa untuk menyerahkan kehormatannya. Dengan polosnya, bocah belasan tahun itu hanya bisa pasrah saat diancam untuk berhubungan badan dengan tersangka Rifai.

Puas melampiaskan nafsunya, tersangka Abdul Aziz bergegas masuk ke dalam kamar untuk menyetubuhi korban. Namun, ketika itu Jelita menolaknya. Mendengar penolakan tersebut, tersangka Abdul Aziz akhirnya hanya melakukan pencabulan. Yakni dengan cara menggerayangi anggota badan jelita.

Tidak lama setelahnya, Abdul Aziz memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Sedangkan korban, diajak tersangka Rifai kembali ke warung kopi. Setibanya disana, korban diajak untuk pergi ke ladang singkong yang berlokasi tidak jauh dari warung kopi.

Setibanya di ladang tersebut, sudah menunggu tersangka Siswantoko yang ingin melampiaskan nafsunya kepada jelita. Lagi-lagi Jelita menolak saat diajak bersetubuh, sehingga tersangka terpaksa hanya menggerayangi tubuh korban.

Tidak berhenti disitu saja, aksi pencabulan yang dialami Jelita berlanjut hingga Minggu (14/7/2019) malam. Saat itu korban dibawa ke rumah tersangka AN. Setibanya di sana, selain AN sudah ada dua tersangka lain yakni EM dan MA yang menantikan kedatangan korban.

Ketika diajak untuk berhubungan badan, Jelita menolak ajakan tersebut. Lantaran kesal ketiga tersangka akhirnya melakukan pencabulan dengan mengilir korban secara bergantian. Peristiwa itu terjadi hingga malam hari.

Keesokan harinya Senin (15/7/2019), tersangka Rifai mengantarkan korban ke rumahnya. Pihak keluarga yang merasa khawatir, akhirnya menanyakan kepada putrinya kenapa tidak pulang ke rumah selama dua hari. Terus didesak, korban akhirnya menceritakan kisah memilukan yang dialaminya.

Merasa tidak terima, pihak keluarga akhirnya melaporkan aksi persetubuhan dan pencabulan ke enam pelaku ke Polres Malang. Mendapat laporan, petugas kepolisian langsung dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya keenam pelaku berhasil diringkus petugas Rabu (17/7/2019) kemarin.

”Keenam tersangka kami amankan di rumah mereka masing-masing. Akibat perbuatannya, mereka kami jerat dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak,” tutup Yulistiana saat dimintai keterangan awak media.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]situbondotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]situbondotimes.com | marketing[at]situbondotimes.com
Top