Mangkal di Warung Remang-Remang di Pinggir Jalan Desa Kotakan, 4 PSK Diciduk Satpol PP

4 PSK saat dibawa ke Kantor Satpol PP (Foto: Sony Haryono / SitubondoTIMES)
4 PSK saat dibawa ke Kantor Satpol PP (Foto: Sony Haryono / SitubondoTIMES)

SITUBONDOTIMES – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkab Situbondo menjaring 4 wanita yang diduga menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sedang mangkal di warung remang- remang, tepatnya di belakang Balai Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo.

Para PSK tersebut ditangkap petugas Satpol PP di 3 warung remang- remang yang berbeda. Saat ditangkap, mereka sedang mangkal di warung menunggu laki-laki hidung belang datang. 

“4 wanita yang diduga bekerja sebagai PSK tersebut, 2 wanita dari luar daerah. Mereka masing-masing adalah berinisial NI (44) warga Desa Sempol, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso; dan IS (23) warga Desa Balung, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember,” jelas Sutikno S.Sos Penyidik Pegawai Negeri Sipil di ruang Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Pemkab Situbondo.

Sedangkan, kata Sutikno, 2 wanita lainnya yaitu ; MI (42) warga Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo dan SI (62) warga Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo. Para wanita itu, diciduk petugas patroli Satpol PP saat duduk manis menunggu lelaki hidung belang.

Lebih lanjut, Sutikno mengatakan, untuk memberantas penyakit masyarakat (Pekat) di Kawasan Situbondo, pihaknya akan rutin melakukan razia ke sejumlah tempat yang ditengarai sering dijadikan ajang mesum untuk bisnis terlarang tersebut. 

“Setelah terjaring, 4 wanita yang diduga PSK tersebut langsung dibawa ke kantor Satpol PP di Jalan PB.Sudirman, untuk menjalani pemeriksaan, pendataan dan pembinaan,” jelas Sutikno.

Untuk pembinaan, imbuh Sutikno, pihaknya menggandeng Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Situbondo. Mereka akan didata dan diperiksa kesehatannya serta menulis surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Setelah didata dan menulis surat pernyataan, mereka akan dipulangkan dengan cara diantar petugas ke asalnya masing-masing. Apabila tertangkap lagi, maka akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan. Untuk membrantas keberadaan PSK di Kabupaten Situbondo, maka kami juga membutuhkan partisipasi dari semua elemen masyarakat,” pungkas Sutikno.

Salah satu wanita yang berinisial SI (23) asal Jember mengaku hanya bekerja sebagai pelayan warung kopi di warung pinggir jalan Desa Kotakan. Namun, karena terdesak kebutuhan ekonomi dirinya terpaksa melayani lelaki hidung belang di warung kopi pinggiran jalan di Desa Kotakan.

"Awalnya saya bekerja sebagai pelayan warung kopi yang bayarannya sedikit. Namun, berhubung kebutuhan ekonomi keluarga sangat besar, saya terpaksa terjun melayani hasrat biologis lelaki hidung belang tersebut,” jelas SI wanita asal Kabupaten Jember, sambil menutupi wajahnya dengan tangan. 

Pewarta : Sony Haryono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Situbondo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]situbondotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]situbondotimes.com | marketing[at]situbondotimes.com
Top