Nabung 50 Ribu Per Hari, Tukang Sayur Naik Haji

Taji bersama istri foto bersama diapit Ka Depag Baru dan Lama (Foto: Heru Hartanto / SitubondoTIMES)
Taji bersama istri foto bersama diapit Ka Depag Baru dan Lama (Foto: Heru Hartanto / SitubondoTIMES)

SITUBONDOTIMES – Taji (48) warga RT 002/RW 001 Dusun Karang Tengah, Desa Jetis, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo yang sehari-hari berjualan sayur keliling tahun ini menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, Rabu (10/07/2019).

Setelah mengumpulkan uang selama 8 tahun Taji dan istrinya Endang (44) akhirnya bisa berangkat ke tanah suci Mekkah. "Sejak tahun 2005 saya menabung dan pada tahun 2011 saya mendaftarkan haji bersama istri," kata Taji saat melakukan manasik haji terakhir di Stadion Abdurrahman Saleh Situbondo.

Taji mengatakan, dari penghasilannya jualan sayur menyisihkan uang untuk ditabung. "Setiap hari saya dapat penghasilan dari jualan sayur berkisar Rp 70 hingga Rp 80 per hari. Sisa dari kebutuhan sehari-hari saya tabung berkisar 20 hingga 50 ribu rupiah," jelas Taji.

Lebih lanjut, Taji mengatakan, pada tahun 2011 dirinya menyetorkan uang awal untuk menunaikan ibadah haji sebesar 5 juta rupiah. "Untuk menutupi kekurangan uang berangkat haji, setiap bulannya saya setor ke bank sekitar 500 hingga 1 juta rupiah," tuturnya.

Tak hanya itu yang disampaikan Taji, tapi dia mengatakan sebelum jualan sayur keliling dirinya pernah bekerja sebagai kuli bangunan dan nelayan serta kerja serabutan yang lainnya. "Alhamdulillah setelah saya berjualan sayur keliling saya bisa menabung untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah," kisahnya.

Walaupun menjelang keberangkatannya menunaikan ibadah haji, Taji masih beraktivitas menjual sayur keliling untuk menutupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. "Menjelang berangkat naik haji, saya masih berjualan sayur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," paparnya.

Tak hanya itu saja yang disampaikan Taji, namun dia berharap keberangkatannya ke tanah suci Mekkah bisa menjadi haji dan hajah yang mabrur.

"Jika kita mau bersungguh-sungguh mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT, niscaya apa yang kita inginkan akan terkabul. Buktinya saya dan istri walaupun tidak punya harta benda yang banyak, tapi saya bersama istri selalu mensyukuri rejeki yang diberikan Allah, akhirnya saya dan istri bisa berangkat naik haji," pungkas Taji.

Pewarta : Heru Hartanto
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Situbondo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]situbondotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]situbondotimes.com | marketing[at]situbondotimes.com
Top