Lepas Pendopo, Apa Untungnya bagi Sanusi? (5)

Namanya Disebut dalam Alih Fungsi Pendopo, Ini Kata Kepala BPKAD Kabupaten Malang

Kepala BPKAD Kabupaten Malang Willem Petrus Salamena
Kepala BPKAD Kabupaten Malang Willem Petrus Salamena

SITUBONDOTIMES, MALANG – Dua orang  disebut-sebut sebagai pihak ketiga dalam rencana alih fungsi Pendopo Agung Kabupaten Malang. Salah satunya adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Malang Willem Petrus Salamena.

MalangTIMES menghubungi Willem pada Rabu (27/2/2019) lalu melalui nomor ponselnya. Meski terdengar nada hubung, telepon tersebut tidak mendapat jawaban.

MalangTIMES kemudian mohon  izin bertemu dan wawancara. Permohonan tersebut tertulis dalam pesan WhatsApp. Sembari menunggu balasan, MalangTIMES mencoba  menemui Willem di kantornya. 

Setibanya di kantor BPKAD Kabupaten Malang di Jalan KH Agus Salim Kota Malang, MalangTIMES sempat masuk ke dalam ruangan paling ujung di kantor BPKAD. Di situ hanya ada tiga orang pria. “Beliaunya (Willem)  tidak ada, Mas, sedang ada agenda dinas diluar kantor,” kata seorang pegawai.

Ketika ditanyakan kembali ke kantor jam berapa, mereka hanya menjawab jika biasanya sebelum ke kantor akan menghubungi terlebih dahulu. “Hari ini belum ke kantor sejak pagi. Tidak tahu apakah nanti ngantor atau tidak,” jawab salah satu pegawai.

Mendapat jawaban tersebut, MalangTIMES kemudian menitipkan pesan kepada Willem jika MalangTIMES sempat bertamu ke kantor BPKAD. Tidak berhenti di situ. MalangTIMES berusaha menemui Willem di kediamannya.

Namun saat di perjalanan, MalangTIMES mendapat balasan pesan WhatsApp dari Willem. “Met siang mas, Mhn maaf ya mas, Saya tdk msk ktr krn sdg sakit ya .. Lain wkt kita bisa ketemu ya mas. Tks mas (Selamat siang mas, mohon maaf ya mas, saya tidak masuk kantor karena sedang sakit ya. Lain waktu kita bisa ketemu ya mas. Terimakasih mas),” tulisnya.

Mendapat balasan tersebut, MalangTIMES sempat mencoba minta untuk bertemu guna wawancara. Namun Willem saat itu sepertinya kurang berkenan dan memilih menelepon MalangTIMES.

Setelah basa-basi, perbincangan mulai mengarah pada pembahasan terkait isu pengalihan fungsi Pendopo Agung Kabupaten Malang menjadi hotel. “Belum ada itu. Saya juga belum tahu apa itu. Kan kabid saya kalau ada rapat pasti diajak, ini sama sekali belum ada pembahasan,” ujar Willem.

Saat ditanyakan soal namanya yang diisukan masuk sebagai pihak ketiga yang ditawari mengelola alih fungsi itu,  Willem membantah hal tersebut. “Belum, saya belum terima itu. Karena seingat saya sejak dulu kan tidak pernah diizinkan. Rumor saja mungkin,” bantah Willem.

Saat ditanya terkait kebenaran rencana pengalihan Pendopo Agung menjadi Hotel, William menuturkan bahwa isu itu sudah sempat didengar olehnya sejak dirinya masih baru diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). “Waktu saya baru saja menjadi PNS sekitar tahun 1985 atau 1987. Sempat mengajukan izin ke menteri dalam negeri. Tapi tidak diperbolehkan. Alasannya karena pendopo memiliki nilai sejarah,” ungkapnya.

Willem menambahkan, sejak saat itu  tidak pernah ada lagi pembahasan terkait pengalihan aset pendopo menjadi hotel. Bahkan kejelasan akan anggaran dan rencana pembangunan hotel seperti apa, Willem lagi-lagi memilih  irit bicara.

“Pada saat pengajuan awal itu, kan saya masih staf. Masih minim pengetahuan. Saya juga tidak mengerti sama sekali apa persyaratannya, apalagi terkait anggaran. Kalau ngomong soal itu (alih fungsi) sama sekali belum pernah, apalagi sampai dirapatkan,” pungkasnya sembari mengakhiri pembicaraan melalui telepon.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]situbondotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]situbondotimes.com | marketing[at]situbondotimes.com
Top